Mengenal Morrin Centre, Salah Satu Bangunan Bersejarah Paling Unik di Quebec City
Di tengah kawasan Old Quebec, Québec City, terdapat sebuah bangunan batu yang menyimpan sejarah jauh lebih rumit daripada penampilannya. Dari luar, Morrin Centre terlihat seperti bangunan neoklasik tua yang tenang, dikelilingi jalan-jalan bersejarah dan arsitektur khas kota tua.
Namun di balik pintunya, kisah yang tersimpan sangat beragam.
Bangunan ini pernah menjadi penjara. Pernah pula menjadi tempat pendidikan tinggi berbahasa Inggris. Setelah itu, ruang-ruangnya menjadi rumah bagi sebuah masyarakat ilmiah dan perpustakaan yang telah bertahan selama hampir dua abad.
Hari ini, Morrin Centre dikenal sebagai situs warisan, museum dan pusat kebudayaan berbahasa Inggris di Quebec City.
Perubahan tersebut membuat Morrin Centre menjadi salah satu bangunan paling menarik dalam sejarah Quebec.
Tidak banyak tempat yang dapat memperlihatkan perubahan sebuah masyarakat melalui satu bangunan yang sama. Di tempat ini, jejak hukum pidana berdampingan dengan sejarah pendidikan. Sel penjara berada tidak jauh dari perpustakaan. Dunia para tahanan dari awal abad ke-19 akhirnya berbagi ruang dengan buku, diskusi ilmiah, sastra, pendidikan dan kegiatan kebudayaan.
Karena itu, sejarah Morrin Centre bukan hanya sejarah sebuah bangunan.
Ia adalah potret perubahan Quebec City selama lebih dari dua abad.
Sebelum Morrin Centre: Royal Redoubt
Jauh sebelum bangunan yang sekarang berdiri, lokasi Morrin Centre merupakan bagian dari sistem pertahanan Quebec City.
Pada masa New France, kawasan ini ditempati oleh Royal Redoubt atau Redoute Royale.
Benteng tersebut dibangun pada awal abad ke-18 sebagai bagian dari sistem pertahanan kota. Letaknya berdekatan dengan tembok kota dan memiliki fungsi militer yang penting.
Royal Redoubt terutama digunakan sebagai barak.
Namun fungsi pertahanan itu tidak selalu menjadi satu-satunya peran bangunan.
Pada periode tertentu, tempat ini juga digunakan untuk menahan tawanan perang.
Pada 1740-an, misalnya, sejumlah tawanan asal Inggris dibawa ke Quebec setelah tertangkap dalam serangan di kawasan New England. Sebagian dari mereka meninggal dalam kondisi penahanan yang sempit dan penuh penyakit.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa sebelum menjadi penjara kota, lokasi Morrin Centre sudah berkaitan dengan sejarah penahanan.
Setelah Inggris Menguasai Quebec
Pada 1759, Inggris berhasil merebut Quebec dalam salah satu titik penting konflik antara Inggris dan Prancis di Amerika Utara.
Perubahan kekuasaan itu ikut mengubah fungsi Royal Redoubt.
Bangunan tersebut kemudian menjadi salah satu penjara utama kota.
Fungsi itu berlangsung hingga 1787.
Setelah tidak lagi digunakan sebagai penjara utama, bangunan lama dialihkan menjadi gudang milik tentara Inggris.
Namun sejarah Royal Redoubt akhirnya berakhir.
Pada 1808, bangunan tersebut dibongkar untuk memberi tempat bagi sebuah struktur baru.
Bangunan baru inilah yang pada akhirnya menjadi inti dari Morrin Centre sekarang.
Lahirnya Quebec Common Gaol
Pembangunan bangunan baru dimulai pada 1808.
Perancangnya adalah François Baillairgé, salah satu arsitek penting dalam perkembangan arsitektur Quebec pada masa itu.
Baillairgé merancang bangunan tersebut sebagai Quebec City Common Gaol, yaitu penjara umum kota.
Pembangunannya berlangsung hingga sekitar 1812–1813.
Sejumlah catatan sejarah menunjukkan adanya perbedaan tanggal mengenai penyelesaian bangunan. Penelitian yang menggunakan arsip penjara menunjukkan bangunan pada dasarnya telah selesai pada akhir 1812, meskipun sejumlah pekerjaan masih berlangsung pada 1813.
Para tahanan pertama mulai menempati penjara tersebut pada 1812.
Hal ini menjadi awal babak baru dalam sejarah bangunan yang kelak dikenal sebagai Morrin Centre.
Arsitektur Penjara yang Berbeda dari Masa Sebelumnya
François Baillairgé tidak hanya membangun tempat untuk mengurung orang.
Desain penjara tersebut mencerminkan gagasan baru mengenai sistem pemasyarakatan pada awal abad ke-19.
Pada masa itu muncul kritik terhadap sistem penjara lama yang menempatkan berbagai jenis tahanan dalam kondisi sempit dan tidak teratur.
Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan gagasan tersebut adalah reformis Inggris John Howard.
Howard mendorong sistem yang lebih teratur dengan menekankan pemisahan tahanan, kehidupan yang disiplin dan kesempatan untuk bekerja maupun memperoleh pendidikan.
Bangunan Quebec Common Gaol ikut menunjukkan pengaruh gagasan tersebut.
Arsitektur bagian luarnya menggunakan gaya Palladian yang saat itu populer untuk bangunan-bangunan publik.
Bentuknya terlihat kokoh dan formal.
Namun di balik penampilan neoklasik tersebut terdapat sebuah fungsi yang jauh lebih keras: menahan orang-orang yang dianggap melanggar hukum.
Bukan Sekadar Penjara
Ada anggapan populer bahwa bangunan ini merupakan penjara pertama yang dibangun khusus di Kanada.
Namun sejarahnya lebih rumit.
Penelitian oleh sejarawan Donald Fyson menunjukkan bahwa klaim tersebut terlalu sederhana. Pada periode yang sama, Montreal juga membangun penjara baru, dan penjara Montreal selesai lebih dahulu.
Karena itu, menyebut bangunan Quebec sebagai “penjara pertama Kanada” secara mutlak tidak tepat.
Yang lebih penting, Quebec Common Gaol merupakan salah satu penjara awal di Kanada yang mencerminkan gagasan reformasi John Howard.
Perbedaan ini penting karena sejarah yang akurat bukan hanya soal mengulang label yang terkenal, melainkan memahami konteks di balik sebuah bangunan.
Kehidupan di Dalam Penjara
Selama lebih dari lima dekade, bangunan tersebut menampung berbagai jenis tahanan.
Sebagian besar bukan tokoh besar atau pelaku kejahatan yang terkenal.
Banyak di antaranya merupakan laki-laki dan perempuan biasa yang dipenjara karena pelanggaran yang relatif ringan, utang, kemiskinan atau persoalan hukum lainnya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa sejarah penjara tidak selalu hanya berisi cerita kriminal berat.
Penjara juga menjadi tempat bertemunya persoalan sosial.
Kemiskinan, pengangguran, tunawisma dan pelanggaran kecil dapat membawa seseorang masuk ke dalam sistem penahanan.
Dalam sejumlah periode, bahkan jumlah orang yang dipenjara karena kemiskinan atau kondisi hidup yang sulit cukup besar.
Tahanan Terkenal yang Pernah Berada di Sini
Walaupun mayoritas penghuni penjara merupakan orang biasa, ada pula beberapa nama yang kemudian dikenal dalam sejarah Quebec.
Salah satunya adalah Philippe Aubert de Gaspé, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sastra Prancis Kanada.
Ia pernah dipenjara karena utang.
Ada pula Étienne Parent, seorang jurnalis dan tokoh Patriot yang ditahan karena dicurigai melakukan pengkhianatan pada masa Pemberontakan 1837–1838.
Selain itu, puluhan tawanan perang Amerika juga pernah berada di penjara ini selama War of 1812.
Kehadiran orang-orang dengan latar belakang berbeda tersebut menjadikan penjara sebagai bagian dari sejarah politik dan sosial Quebec, bukan sekadar tempat penghukuman.
Masalah Penjara Mulai Terlihat
Meski dirancang dengan gagasan reformasi yang lebih modern, masalah segera muncul.
Dalam dekade pertama setelah pembukaan, sejumlah pejabat dan warga mulai mengeluhkan kondisi bangunan dan sistem penjara.
Bangunan dianggap tidak memadai untuk kebutuhan yang semakin besar.
Kerusakan konstruksi juga menjadi persoalan.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 1817 diperlukan pekerjaan tambahan karena adanya cacat pada konstruksi.
Masalah tersebut menunjukkan sesuatu yang menarik.
Sebuah bangunan bisa dirancang berdasarkan ide yang modern, tetapi pelaksanaannya tetap sangat dipengaruhi keterbatasan teknologi, dana dan kondisi nyata di lapangan.
Pemberontakan 1837–1838
Morrin Centre juga memiliki hubungan tidak langsung dengan pergolakan politik yang mengguncang Kanada pada akhir 1830-an.
Pemberontakan 1837–1838 berlangsung karena ketegangan politik dan tuntutan reformasi pemerintahan.
Quebec City menjadi bagian dari lingkungan politik yang penuh ketegangan.
Penjara kemudian menampung sejumlah orang yang dituduh atau dicurigai terlibat dalam gerakan tersebut.
Salah satu yang paling dikenal adalah Étienne Parent.
Bagi sejarah Quebec, periode tersebut menjadi sangat penting karena menunjukkan hubungan antara hukum, politik dan kekuasaan kolonial.
Bangunan yang pada dasarnya dirancang sebagai penjara umum kemudian ikut merekam konflik politik yang lebih besar.
Penjara Selama War of 1812
War of 1812 juga meninggalkan jejak di bangunan ini.
Ketika perang antara Amerika Serikat dan Inggris berlangsung, Quebec City menjadi salah satu pusat strategis.
Tawanan perang Amerika dibawa ke berbagai tempat penahanan, termasuk Quebec Common Gaol.
Keberadaan tawanan perang di dalam penjara membuat bangunan tersebut menjadi bagian dari sejarah internasional yang lebih luas.
Dengan kata lain, dinding penjara ini tidak hanya menyimpan sejarah lokal.
Ia juga bersentuhan dengan konflik antara dua negara di Amerika Utara.
Penjara Ditutup pada 1867
Setelah digunakan selama lebih dari lima puluh tahun, Quebec Common Gaol akhirnya ditutup pada 1867.
Tahun tersebut memiliki arti khusus.
1867 merupakan tahun lahirnya Dominion of Canada melalui Konfederasi.
Pada saat yang hampir bersamaan dengan terbentuknya negara baru tersebut, penjara lama Quebec City memasuki akhir masa hidupnya.
Para tahanan dipindahkan ke penjara baru di kawasan Plains of Abraham.
Bangunan lama kemudian mendapatkan masa depan yang sama sekali berbeda.
Dari tempat penahanan, ia akan berubah menjadi pusat pendidikan.
Munculnya Morrin College
Kisah perubahan tersebut sebenarnya telah dimulai beberapa tahun sebelumnya.
Pada 1862, Morrin College didirikan atas gagasan dan warisan dari Dr. Joseph Morrin, mantan wali kota Quebec City dan seorang dokter terkemuka.
Nama Morrin kemudian melekat pada institusi pendidikan tersebut.
Morrin College didirikan sebagai institusi pendidikan tinggi berbahasa Inggris pertama di Quebec City.
Pada awalnya, perguruan tinggi tersebut belum menempati gedung bekas penjara.
Kegiatannya berlangsung di ruang yang digunakan bersama Masonic Temple.
Namun setelah penjara ditutup, muncul kesempatan untuk memanfaatkan bangunan tersebut.
Bekas Penjara Berubah Menjadi Kampus
Pada 1868, bangunan bekas penjara direnovasi untuk digunakan oleh Morrin College.
Transformasi tersebut merupakan perubahan yang sangat simbolis.
Tempat yang sebelumnya dirancang untuk membatasi kebebasan seseorang kini berubah menjadi tempat untuk memperluas pengetahuan.
Dinding yang pernah memisahkan tahanan menjadi bagian dari ruang kelas.
Koridor yang dahulu digunakan untuk mengawasi narapidana kini dilalui mahasiswa.
Perubahan fungsi ini menjadikan Morrin Centre salah satu contoh menarik mengenai bagaimana sebuah bangunan dapat mengalami transformasi sosial.
Joseph-Ferdinand Peachy Mengubah Wajah Bangunan
Renovasi bekas penjara dilakukan oleh arsitek Joseph-Ferdinand Peachy.
Tugasnya bukan sekadar memperbaiki ruangan.
Ia harus mengubah karakter bangunan yang sebelumnya sangat terkait dengan penjara agar dapat digunakan sebagai institusi pendidikan.
Sejumlah unsur yang membuat bangunan tampak terlalu menyeramkan atau keras diubah.
Bagian tertentu dari struktur belakang bahkan dibongkar.
Ruang interior dibuat lebih cocok untuk kegiatan pendidikan dan sosial.
Dengan demikian, bangunan mulai kehilangan identitas lamanya sebagai penjara dan mendapatkan identitas baru sebagai kampus.
Morrin College dan Pendidikan Tinggi Berbahasa Inggris
Morrin College mempunyai posisi unik dalam sejarah Quebec City.
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbahasa Inggris, college tersebut memberikan kesempatan bagi komunitas anglophone untuk memperoleh pendidikan lebih lanjut di kota yang didominasi oleh bahasa Prancis.
Morrin College kemudian berafiliasi dengan McGill University.
Program Arts menjadi salah satu bidang yang ditawarkan.
Institusi tersebut juga membantu melatih sejumlah calon pendeta Presbyterian.
Kehadiran Morrin College memperlihatkan bahwa perubahan Montreal dan Quebec City pada abad ke-19 tidak hanya berkaitan dengan perdagangan dan industri.
Pendidikan juga menjadi medan penting dalam pembentukan identitas masyarakat.
Perempuan Mulai Diterima
Salah satu bagian menarik dari sejarah Morrin College adalah keterlibatan perempuan dalam pendidikan tinggi.
Mulai 1885, perempuan diterima dalam program Bachelor of Arts.
Ini terjadi pada periode ketika akses perempuan terhadap pendidikan tinggi masih sangat terbatas.
Bahkan kelas di Morrin College pada masa tertentu bersifat campuran antara laki-laki dan perempuan.
Hal tersebut terjadi antara lain karena jumlah mahasiswa relatif sedikit.
Namun dampaknya tetap penting.
Morrin College memberi perempuan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi pada masa ketika banyak institusi lain belum membuka pintu secara luas.
Dalam sejarah pendidikan Kanada, perkembangan tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari lembaga yang pernah berada di dalam bekas penjara.
Mengapa Morrin College Akhirnya Tutup?
Morrin College tidak bertahan selamanya.
Pada pergantian abad ke-20, jumlah mahasiswa semakin sedikit.
Kondisi keuangan juga menjadi masalah.
Tanpa cukup siswa dan dukungan finansial, keberlanjutan college semakin sulit.
Pada 1902, Morrin College akhirnya berhenti beroperasi.
Namun bangunan yang pernah menjadi kampus tersebut tetap memiliki kehidupan baru.
Ada satu institusi lain yang telah berada di gedung itu sejak 1868 dan justru akan menjadi penghuni jangka panjang.
Institusi itu adalah Literary and Historical Society of Quebec.
Lahirnya Literary and Historical Society of Quebec
Pada 1824, Earl of Dalhousie, gubernur Lower Canada, mendirikan Literary and Historical Society of Quebec atau LHSQ.
Masyarakat ilmiah ini mempunyai tujuan luas.
Mereka mengumpulkan dokumen sejarah.
Mereka meneliti berbagai bidang ilmu.
Mereka menerbitkan karya ilmiah.
Mereka menjaga manuskrip dan benda-benda yang dianggap memiliki nilai pengetahuan.
Dalam sejarah Kanada, LHSQ kemudian dikenal sebagai masyarakat ilmiah tertua yang masih bertahan hingga kini di negara tersebut.
Perannya jauh lebih besar daripada sekadar mengelola perpustakaan.
LHSQ Pindah ke Bekas Penjara
Setelah mengalami beberapa perpindahan dan dua kali kebakaran dalam perjalanan sejarahnya, LHSQ akhirnya menetap di bagian utara kompleks Morrin College pada 1868.
Sejak saat itu, dua dunia berjalan berdampingan di bawah satu atap.
Morrin College bergerak di bidang pendidikan.
LHSQ bergerak di bidang penelitian, sastra, sejarah dan pengumpulan pengetahuan.
Bangunan yang dulu identik dengan jeruji dan sel penjara kini menjadi tempat buku dan diskusi ilmiah.
Transformasi itu menjadi salah satu episode paling menarik dalam sejarah bangunan tersebut.
Perpustakaan yang Menjadi Jantung Bangunan
Perpustakaan LHSQ berkembang menjadi salah satu ciri utama kompleks.
Koleksi buku tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan.
Perpustakaan menjadi akses pengetahuan bagi komunitas berbahasa Inggris di Quebec City.
Dalam perjalanan sejarahnya, LHSQ juga menggabungkan koleksi dari Quebec Library, sebuah perpustakaan berlangganan yang didirikan pada 1779.
Sebagian buku lama dari berbagai periode tetap menjadi bagian dari warisan koleksi.
Ada pula volume-volume yang berasal dari abad ke-16.
Keberadaan koleksi tersebut membuat perpustakaan bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Perpustakaan Bergaya Victorian
Ruang perpustakaan Morrin Centre dikenal karena tampilan Victorian yang khas.
Rak-rak buku tinggi.
Balkon interior.
Tangga kayu.
Lampu.
Meja baca.
Semuanya menciptakan atmosfer yang berbeda dari karakter bangunan penjara pada masa awal.
Kontras inilah yang membuat tempat tersebut menarik.
Di satu sisi, pengunjung dapat melihat jejak jeruji dan sel.
Di sisi lain, terdapat ruang perpustakaan yang tenang dengan rak-rak buku menjulang ke atas.
Perubahan suasana tersebut seolah-olah merangkum dua sisi sejarah bangunan dalam satu pandangan.
Peran LHSQ dalam Perkembangan Pengetahuan Kanada
LHSQ memainkan peran penting dalam kehidupan intelektual Kanada.
Masyarakat ini mengumpulkan dokumen sejarah dan menerbitkan penelitian melalui seri Transactions.
Mereka juga membantu menjaga berbagai bahan sejarah yang mungkin saja hilang apabila tidak disimpan.
Dalam perjalanan waktu, sejumlah fungsi yang dahulu dilakukan LHSQ berkembang menjadi lembaga yang lebih khusus.
LHSQ ikut berperan dalam perkembangan Canadian National Archives dan gerakan konservasi warisan sejarah.
Salah satu kontribusinya berkaitan dengan upaya menjaga kawasan Plains of Abraham dari pembangunan yang berlebihan.
Peran seperti ini memperlihatkan bahwa sebuah organisasi yang awalnya berupa masyarakat ilmiah dapat memberikan pengaruh terhadap cara sebuah negara menjaga ingatannya sendiri.
Charles Dickens dan Dunia Sastra
Morrin Centre juga memiliki hubungan dengan dunia sastra.
Selama perjalanan sejarah LHSQ dan perpustakaannya, Quebec City menjadi tempat persinggahan sejumlah penulis dan pemikir.
Charles Dickens dan Mark Twain termasuk nama besar yang tercatat memiliki hubungan dengan Quebec City.
Dalam perkembangan yang lebih modern, Morrin Centre juga menjadi tempat yang sering dikaitkan dengan dunia sastra berbahasa Inggris.
Kehadiran perpustakaan tua membuat bangunan tersebut secara alami menarik bagi penulis dan pembaca.
Morrin Centre dalam Sastra Modern
Nama Morrin Centre bahkan muncul dalam budaya populer.
Novel misteri karya Louise Penny, Bury Your Dead, yang diterbitkan pada 2010, menggunakan Morrin Centre sebagai salah satu lokasi penting dalam cerita.
Popularitas novel tersebut kemudian membuat semakin banyak pembaca dari berbagai negara mengenal bangunan bersejarah ini.
Hal itu menunjukkan bagaimana sebuah bangunan bersejarah dapat memperoleh kehidupan kedua melalui sastra.
Sejarah tidak berhenti di ruang museum.
Ia dapat muncul kembali melalui cerita fiksi dan membawa pembaca untuk mencari tahu tentang tempat aslinya.
Ketika Bangunan Mulai Terlupakan
Walaupun memiliki sejarah panjang, Morrin Centre tidak selalu berada dalam kondisi baik.
Pada abad ke-20, bangunan tersebut menghadapi masa sulit.
Beberapa bagian mengalami penurunan kondisi.
Sel penjara lama mulai rusak.
Lapisan interior mengalami keausan.
Bahkan pada 1960-an pernah terjadi percobaan pembakaran terhadap perpustakaan.
Pada periode tertentu, bangunan tersebut tidak terlalu dikenal masyarakat luas.
Ironisnya, salah satu warisan paling penting Quebec City sempat menjadi tempat yang relatif tersembunyi.
Masa Pemulihan
Perhatian terhadap nilai sejarah bangunan mulai meningkat pada paruh kedua abad ke-20.
Pada 1981, bangunan tersebut ditetapkan sebagai properti warisan.
Kemudian pada 1989, Ville de Québec memperoleh bangunan tersebut.
Langkah ini membuka jalan bagi program pelestarian yang lebih terencana.
Pekerjaan restorasi eksterior dan penelitian arkeologi dilakukan pada 1992–1993.
Para ahli harus menghadapi tantangan besar.
Bangunan berusia lebih dari 200 tahun memiliki dinding batu yang sangat tebal.
Sistem kelistrikan, keselamatan dan pemeliharaan modern harus dimasukkan tanpa merusak karakter asli bangunan.
Lahirnya Gagasan Morrin Centre
Pada awal abad ke-21, muncul gagasan baru.
Bangunan ini tidak cukup hanya dipertahankan sebagai monumen mati.
Ia perlu kembali digunakan.
Komunitas berbahasa Inggris di Quebec City bekerja sama dengan pemerintah kota untuk membangun sebuah pusat kebudayaan yang mampu menghubungkan sejarah bangunan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Pada 2004, Ville de Québec memberikan bangunan tersebut kepada Literary and Historical Society of Quebec melalui skema emphyteutic lease selama 99 tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, LHSQ mengambil tanggung jawab untuk memulihkan bangunan dan mengembangkan Morrin Centre sebagai pusat kebudayaan.
Restorasi Besar
Restorasi berlangsung selama beberapa tahun.
Pekerjaan bukan hanya memperbaiki bagian yang terlihat.
Sistem pemadam kebakaran, kelistrikan, ventilasi, keamanan dan utilitas harus disesuaikan dengan standar modern.
Pada saat yang sama, karakter historis harus dipertahankan.
Ini merupakan pekerjaan yang sangat rumit.
Dinding batu yang sangat tebal dan berbagai lapisan perubahan dari dua abad sejarah membuat setiap intervensi harus dilakukan dengan hati-hati.
Restorasi juga disertai penelitian mengenai ruangan dan berbagai tahap perkembangan bangunan.
Pembukaan Resmi pada 2011
Setelah rangkaian pekerjaan besar, Morrin Centre resmi dibuka sebagai pusat kebudayaan pada 2011.
Pembukaan tersebut menandai babak baru.
Bangunan yang pernah digunakan sebagai penjara dan perguruan tinggi kini mempunyai fungsi yang lebih luas.
Di dalamnya terdapat perpustakaan berbahasa Inggris.
Ada ruang budaya.
Ada kegiatan pendidikan.
Ada tur sejarah.
Ada kuliah.
Ada pertunjukan.
Ada kegiatan sastra.
Dengan demikian, Morrin Centre tidak hanya menyimpan sejarah.
Ia juga menghasilkan aktivitas budaya baru.
Empat Babak Besar dalam Satu Bangunan
Sejarah Morrin Centre dapat diringkas dalam empat babak utama.
Babak pertama adalah era Royal Redoubt dan sejarah pertahanan kota.
Babak kedua adalah masa Quebec Common Gaol dari 1812 hingga 1867.
Babak ketiga adalah masa Morrin College antara 1868 dan 1902.
Babak keempat adalah masa Literary and Historical Society of Quebec dan lahirnya Morrin Centre modern.
Empat periode tersebut mewakili perubahan besar dalam masyarakat Quebec.
Dari perang ke penegakan hukum.
Dari penjara ke pendidikan.
Dari pendidikan ke penelitian.
Dari lembaga ilmiah ke pusat budaya terbuka bagi masyarakat luas.
Warisan Inggris dan Prancis
Salah satu aspek penting Morrin Centre adalah hubungannya dengan dua komunitas bahasa utama Quebec City.
Quebec merupakan bagian Kanada yang memiliki warisan Prancis sangat kuat.
Namun selama berabad-abad, komunitas berbahasa Inggris juga tumbuh dan membentuk institusi mereka sendiri.
Morrin Centre menjadi salah satu tempat yang merekam sejarah komunitas tersebut.
Perpustakaannya berkembang dari kebutuhan masyarakat anglophone.
Morrin College juga didirikan untuk memberikan pendidikan tinggi berbahasa Inggris.
Namun sekarang pusat ini tidak hanya diperuntukkan bagi satu komunitas.
Programnya diarahkan kepada masyarakat berbahasa Inggris maupun Prancis.
Inilah yang membuat sejarah bangunan tersebut relevan dalam konteks Quebec modern.
Mengapa Sel Penjara Masih Dipertahankan?
Salah satu daya tarik utama Morrin Centre adalah bekas sel penjaranya.
Pengunjung dapat melihat ruang-ruang yang mengingatkan pada masa ketika bangunan ini digunakan sebagai common gaol.
Sel tersebut memberikan dimensi yang sangat berbeda dari perpustakaan.
Ruangnya sempit.
Materialnya keras.
Suasananya jauh lebih dingin dibandingkan ruang baca.
Kontras ini justru menjadi alat pendidikan sejarah yang kuat.
Pengunjung dapat melihat sendiri bahwa bangunan tersebut bukanlah rumah megah atau perpustakaan yang sejak awal dirancang seperti sekarang.
Ia memiliki masa lalu yang jauh lebih keras.
Sejarah yang Tidak Disederhanakan
Morrin Centre menjadi contoh bahwa bangunan bersejarah tidak harus memiliki satu cerita tunggal.
Menyebutnya hanya sebagai “penjara tua” akan menghilangkan sejarah pendidikan dan sastra di dalamnya.
Sebaliknya, menyebutnya hanya sebagai “perpustakaan bersejarah” juga menghapus cerita para tahanan yang pernah tinggal di tempat itu.
Sejarah Morrin Centre justru menarik karena kedua sisi tersebut tetap hidup.
Jeruji dan rak buku berada di bangunan yang sama.
Catatan kriminal dan karya ilmiah berada dalam sejarah yang sama.
Kebebasan dan pembatasan pernah hadir dalam tempat yang sama, tetapi pada masa berbeda.
Morrin Centre di Masa Kini
Sekarang Morrin Centre dikenal sebagai situs warisan yang diakui secara nasional, museum dan pusat budaya berbahasa Inggris di jantung Old Quebec.
Kegiatan di dalamnya mencakup tur sejarah, program pendidikan, kegiatan sastra, kuliah, pertunjukan dan acara budaya.
Perpustakaannya tetap menjadi bagian penting dari identitas pusat tersebut.
Pengunjung dapat mengikuti tur yang membawa mereka menyusuri berbagai lapisan sejarah bangunan, dari ruang penjara hingga perpustakaan bergaya Victorian.
Dengan cara tersebut, sejarah tidak disajikan sebagai daftar tanggal.
Pengalaman dibuat lebih langsung.
Pengunjung berjalan melewati ruang yang sama yang pernah digunakan oleh tahanan, mahasiswa, peneliti dan pembaca selama beberapa generasi.
Lebih dari Sekadar Bangunan Tua
Keistimewaan Morrin Centre terletak pada kemampuannya menghubungkan sejarah yang berbeda.
Ia berkaitan dengan kolonisasi dan pertahanan Quebec.
Ia berhubungan dengan sistem hukum dan reformasi penjara.
Ia mencatat sejarah pendidikan tinggi.
Ia menyimpan warisan komunitas berbahasa Inggris.
Ia menjadi rumah bagi masyarakat ilmiah dan perpustakaan.
Dan sekarang ia berfungsi sebagai ruang budaya.
Tidak banyak bangunan di Kanada yang memiliki perjalanan sedemikian panjang dan berlapis.
Simbol Perubahan Quebec City
Morrin Centre juga bisa dibaca sebagai simbol perubahan Quebec City.
Pada awal abad ke-19, kota membutuhkan penjara baru.
Setelah beberapa dekade, kebutuhan masyarakat berubah dan bangunan itu menjadi pusat pendidikan.
Ketika perguruan tinggi tidak lagi bertahan, perpustakaan dan masyarakat ilmiah justru terus berkembang.
Akhirnya, ketika dunia modern menuntut fungsi baru dari bangunan tua, pusat kebudayaan lahir dari proses pelestarian tersebut.
Setiap perubahan meninggalkan jejak.
Dan jejak itu masih bisa dibaca oleh pengunjung.
Dari Jeruji ke Buku
Mungkin tidak ada kalimat yang lebih tepat menggambarkan perjalanan Morrin Centre selain perubahan dari jeruji ke buku.
Sel penjara mewakili masa ketika kebebasan manusia dibatasi.
Ruang kelas mewakili upaya memperoleh pendidikan.
Perpustakaan mewakili pencarian pengetahuan.
Pusat kebudayaan mewakili pertukaran gagasan.
Dalam satu bangunan, empat gagasan tersebut bertemu.
Transformasi itu membuat Morrin Centre jauh lebih menarik daripada sekadar objek arsitektur.
Ia menjadi simbol perjalanan manusia dan masyarakat dalam menggunakan ruang yang sama untuk tujuan yang sangat berbeda.
Penutup
Sejarah Morrin Centre di Quebec City adalah kisah panjang yang dimulai jauh sebelum nama Morrin dikenal.
Lokasinya pernah ditempati Royal Redoubt, bagian dari sistem pertahanan Quebec pada masa New France. Setelah Inggris merebut Quebec pada 1759, kawasan tersebut menjadi tempat penahanan dan akhirnya berkembang menuju pembangunan Quebec Common Gaol pada awal abad ke-19.
Bangunan yang dirancang François Baillairgé mulai menampung tahanan pada 1812 dan berfungsi sebagai penjara hingga 1867.
Setelah para tahanan dipindahkan, sejarah bangunan berubah secara dramatis.
Pada 1868, bekas penjara tersebut direnovasi untuk Morrin College, institusi pendidikan tinggi berbahasa Inggris pertama di Quebec City. Perguruan tinggi itu memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat anglophone dan bahkan membuka programnya bagi perempuan sejak 1885.
Di bangunan yang sama, Literary and Historical Society of Quebec mengembangkan perpustakaannya dan berbagai kegiatan ilmiah.
Ketika Morrin College tutup pada 1902, perpustakaan dan aktivitas masyarakat ilmiah terus mempertahankan kehidupan bangunan.
Memasuki abad ke-21, restaurasi besar dilakukan hingga akhirnya tempat tersebut berkembang menjadi Morrin Centre.
Kini pengunjung dapat berjalan melewati sel penjara, memasuki ruang pendidikan lama dan menikmati perpustakaan Victorian yang telah menjadi salah satu ciri paling dikenal bangunan ini.
Morrin Centre pada akhirnya bukan hanya tentang masa lalu.
Ia adalah pengingat bahwa warisan sejarah dapat berubah fungsi tanpa kehilangan identitasnya.
Dari benteng ke penjara, dari penjara
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia