Milner Gardens & Woodland di Qualicum Beach, Kanada, merupakan kawasan bersejarah yang memadukan Milner House, taman botani, dan hutan pesisir. Dari estate pribadi keluarga Milner hingga menjadi taman publik yang dikelola Vancouver Island University, tempat ini menyimpan kisah tentang sejarah, kecintaan terhadap alam, dan pelestarian warisan.
Di pesisir timur Vancouver Island, British Columbia, Kanada, terdapat sebuah kawasan bersejarah yang memadukan keindahan taman, hutan alami, dan bangunan rumah klasik. Tempat itu dikenal sebagai Milner Gardens & Woodland, sebuah destinasi yang menyimpan cerita tentang keluarga, kecintaan terhadap alam, serta upaya menjaga warisan agar tetap dapat dinikmati masyarakat.
Terletak di Qualicum Beach, kawasan ini berdiri di atas lahan yang menghadap perairan Strait of Georgia. Lanskapnya menawarkan perpaduan pepohonan tinggi, jalan setapak, hamparan taman, dan rumah bersejarah yang dikenal sebagai Milner House. Keindahan tersebut menjadikan Milner Gardens & Woodland bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan.
Saat ini, Milner Gardens & Woodland dikelola oleh Vancouver Island University. Area tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengenal alam, mempelajari tanaman, dan menikmati suasana taman yang tumbuh berdampingan dengan hutan pesisir.
Awal Mula Milner House
Kisah Milner Gardens & Woodland bermula pada akhir dekade 1920-an. Pada masa itu, Emily Louisa Money dan putrinya, Hilda Bayley, menginginkan sebuah rumah di kawasan pesisir Qualicum Beach. Mereka kemudian meminta arsitek lokal Alex Fraser merancang sebuah bangunan di lahan berhutan yang berada dekat laut.
Pembangunan rumah dimulai pada 1929 dan selesai pada 1931. Rumah tersebut dibuat untuk menjadi tempat tinggal keluarga yang nyaman sekaligus menawarkan suasana tenang di tengah lingkungan alam.
Bangunan ini kemudian dikenal sebagai Milner House. Rancangannya terinspirasi oleh rumah perkebunan teh di Ceylon, nama yang dahulu digunakan untuk Sri Lanka. Gaya tersebut terlihat pada bentuk rumah dan hubungannya dengan taman, termasuk sejumlah ruangan di lantai utama yang memiliki akses langsung menuju area luar.
Namun, suasana terpencil di kawasan itu tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan Emily Money yang kondisi kesehatannya semakin memburuk. Rumah tersebut akhirnya dijual pada 1937, hanya sekitar enam tahun setelah selesai dibangun.
Keluarga Milner dan Perkembangan Taman
Pada 1937, Horatio atau Ray Milner bersama istrinya, Rina, membeli rumah dan lahannya untuk dijadikan tempat tinggal musim panas. Keluarga Milner berasal dari Edmonton, Alberta, dan berharap udara pesisir dapat membantu kondisi kesehatan putri mereka, Elizabeth, yang mengalami polio.
Kehadiran keluarga Milner membawa perubahan penting terhadap kawasan tersebut. Ray dan Rina mulai mengembangkan taman, menanam pohon, serta membangun kebun buah. Sejumlah tanaman dan pohon yang mereka tanam pada masa itu menjadi bagian dari lanskap yang masih dapat dijumpai hingga sekarang.
Setelah Rina meninggal pada 1952, Ray Milner menikah dengan Veronica Fitzgerald pada 1954. Veronica kemudian memainkan peran besar dalam membentuk identitas taman yang dikenal saat ini.
Ia memiliki ketertarikan mendalam pada seni dan tanaman. Dengan dukungan para ahli hortikultura, termasuk Ted dan Mary Greig yang dikenal dalam pengembangan rhododendron, Veronica memperluas koleksi tanaman dan mengubah lahan tersebut menjadi taman bergaya alami.
Sentuhan Veronica Milner
Veronica Milner memiliki visi untuk menciptakan taman yang tidak terlihat terlalu formal atau kaku. Ia terinspirasi oleh konsep taman hutan atau wild garden, yaitu pendekatan yang menggabungkan tanaman dengan lingkungan alam di sekitarnya.
Dalam konsep ini, keindahan taman tidak hanya berasal dari barisan tanaman yang tertata rapi, tetapi juga dari perpaduan pepohonan, semak, bunga, dan jalur alami yang membentuk suasana harmonis.
Veronica menanam berbagai jenis rhododendron dan tanaman lain yang dikumpulkan dari sejumlah perjalanan. Ia juga bekerja sama dengan para ahli tanaman untuk mengembangkan koleksi yang sesuai dengan kondisi iklim kawasan pesisir Vancouver Island.
Secara bertahap, taman tersebut berkembang menjadi salah satu bagian paling menonjol dari estate keluarga Milner. Hutan yang telah ada sebelumnya tetap dipertahankan, sementara taman bunga dibangun menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Milner Gardens & Woodland memiliki kawasan taman dan hutan yang luasnya sekitar 70 acre atau 28 hektare. Sebagian lahan berupa taman botani, sedangkan bagian lainnya terdiri dari hutan pesisir yang menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa.
Kunjungan Tokoh Kerajaan
Milner House dan tamannya juga dikenal karena pernah menjadi tempat persinggahan sejumlah anggota keluarga kerajaan Inggris.
Salah satu kunjungan yang dikenang terjadi pada Mei 1986, ketika Pangeran Charles dan Putri Diana datang ke kawasan tersebut saat melakukan perjalanan ke Kanada. Kunjungan itu berlangsung di tengah agenda mereka yang berkaitan dengan Expo ’86 di Vancouver.
Keduanya menikmati waktu di taman bersama Veronica Milner. Suasana tenang dan jauh dari keramaian memberi mereka kesempatan untuk beristirahat sejenak. Pangeran Charles juga sempat menggambar, sementara Putri Diana menikmati suasana dari veranda rumah.
Pada Oktober 1987, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip juga mengunjungi Milner House. Kehadiran para tamu kerajaan menjadi bagian penting dari sejarah sosial kawasan tersebut dan turut memperkuat reputasi rumah serta taman ini.
Kisah kunjungan tersebut kini menjadi bagian dari narasi sejarah Milner Gardens & Woodland. Pengunjung dapat mengenalinya melalui dokumentasi dan koleksi yang dipamerkan di rumah bersejarah tersebut.
Upaya Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Setelah Ray Milner meninggal pada 1975, Veronica tetap tinggal di rumah dan merawat taman yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia berusaha memastikan kawasan tersebut tidak hilang atau berubah menjadi pembangunan yang mengabaikan nilai sejarah dan alamnya.
Veronica ingin taman itu tetap terjaga untuk generasi berikutnya. Pada 1996, kawasan tersebut diserahkan kepada Vancouver Island University, dengan dukungan seorang donatur anonim. Langkah itu membuka jalan bagi pengelolaan jangka panjang yang berorientasi pada pendidikan, konservasi, dan kepentingan masyarakat.
Veronica Milner meninggal pada 1998. Tiga tahun kemudian, pada Mei 2001, Milner Gardens & Woodland resmi dibuka untuk umum.
Sejak itu, kawasan yang dahulu merupakan estate pribadi berubah menjadi ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat. Perubahan ini menjadi babak baru dalam sejarah Milner Gardens & Woodland, dari tempat tinggal keluarga menjadi taman bersejarah yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Milner Gardens & Woodland sebagai Ruang Pendidikan dan Konservasi
Selain menawarkan pengalaman wisata, Milner Gardens & Woodland memiliki peran penting dalam pendidikan dan pelestarian lingkungan. Kawasan ini digunakan untuk program pembelajaran, kegiatan mahasiswa, penelitian, serta berbagai acara yang melibatkan masyarakat.
Salah satu daya tariknya adalah koleksi rhododendron yang dikembangkan selama puluhan tahun. Tanaman tersebut memiliki beragam bentuk dan warna, menjadikan taman menarik untuk dikunjungi pada musim berbunga.
Di sisi lain, kawasan hutan juga menjadi bagian penting dari upaya konservasi. Pohon Douglas-fir, western redcedar, dan grand fir tumbuh di area yang termasuk dalam zona ekologi pesisir Vancouver Island. Hutan ini memberi gambaran mengenai lingkungan alami yang semakin terbatas akibat perubahan penggunaan lahan dan tekanan lingkungan.
Pengelola juga mendorong pengunjung untuk memahami proses alam. Pohon tumbang, misalnya, tidak selalu dianggap sebagai akhir dari kehidupan hutan. Batang yang jatuh dapat menjadi tempat tumbuh bagi tumbuhan baru dan menyediakan habitat bagi organisme lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, Milner Gardens & Woodland menghubungkan pengalaman wisata dengan pemahaman tentang keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem.
Menghargai Sejarah yang Lebih Panjang
Meskipun sejarah rumah dan taman keluarga Milner dimulai pada abad ke-20, kawasan ini berada di wilayah yang memiliki sejarah jauh lebih tua.
Milner Gardens & Woodland terletak di tanah leluhur Qualicum First Nation. Masyarakat adat telah memiliki hubungan dengan kawasan tersebut sejak lama, jauh sebelum pembangunan Milner House. Laut dan daratan di sekitarnya menjadi bagian dari kehidupan, perjalanan, dan pemanfaatan sumber daya alam masyarakat setempat.
Pengakuan terhadap sejarah masyarakat adat menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pemahaman tentang kawasan ini. Sejarah Milner Gardens & Woodland bukan hanya kisah rumah, taman, dan keluarga yang membangunnya, melainkan juga bagian dari lanskap budaya yang lebih luas.
Pengelola kawasan terus mengembangkan kerja sama dengan masyarakat adat untuk memperkaya informasi, interpretasi, dan kegiatan pendidikan yang berkaitan dengan sejarah tempat tersebut.
Milner Gardens & Woodland pada Masa Kini
Kini, Milner Gardens & Woodland menjadi salah satu tujuan wisata alam dan sejarah di kawasan Qualicum Beach. Pengunjung dapat menyusuri jalur taman, berjalan di bawah pepohonan tinggi, melihat koleksi tanaman, atau menikmati pemandangan laut dari kawasan rumah bersejarah.
Milner House tetap menjadi pusat penting dalam pengalaman kunjungan. Ruang-ruang di dalamnya menyimpan kisah keluarga Milner dan dokumentasi mengenai tamu-tamu yang pernah datang. Di rumah ini juga terdapat Camellia Tea Room, yang memungkinkan pengunjung menikmati sajian teh di lingkungan bangunan bersejarah.
Kawasan ini turut menyelenggarakan kegiatan musiman, program pendidikan, dan acara komunitas. Aktivitas tersebut membuat Milner Gardens & Woodland terus berkembang tanpa kehilangan hubungan dengan sejarah dan lingkungan alamnya.
Warisan yang Menghubungkan Manusia dan Alam
Sejarah Milner Gardens & Woodland memperlihatkan bagaimana sebuah rumah pribadi dapat berkembang menjadi warisan bersama. Dari pembangunan Milner House pada 1931, pembentukan taman oleh Ray dan Veronica Milner, hingga penyerahannya kepada Vancouver Island University, setiap tahap membawa kawasan ini lebih dekat pada peran publik.
Nilai pentingnya tidak hanya terletak pada keindahan bunga atau bangunan klasik. Milner Gardens & Woodland juga mengingatkan bahwa pelestarian membutuhkan kepedulian, pengetahuan, dan komitmen jangka panjang.
Di tengah perubahan zaman, taman dan hutan ini tetap menjadi tempat untuk memperlambat langkah, mengenal alam, dan memahami sejarah yang membentuk sebuah kawasan. Milner Gardens & Woodland pun berdiri sebagai warisan yang menghubungkan keindahan lingkungan dengan kisah manusia di pesisir Kanada.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia