Kisah Campobello Island: Rumah Musim Panas Roosevelt yang Menjadi Warisan Internasional
Di ujung tenggara New Brunswick, Kanada, terdapat sebuah pulau yang terlihat jauh lebih tenang dibandingkan sejarah besar yang pernah berlangsung di atasnya.
Campobello Island dikelilingi perairan Bay of Fundy dan Passamaquoddy Bay. Hutan, padang rumput, pantai berbatu, teluk kecil dan tebing pesisir menjadi bagian dari lanskapnya.
Namun nama pulau ini kemudian dikenal dunia karena satu keluarga.
Keluarga Roosevelt.
Di sinilah Franklin D. Roosevelt, yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat ke-32, menghabiskan banyak musim panas sejak masa kanak-kanak. Ia kemudian membawa Eleanor Roosevelt dan anak-anak mereka ke pulau tersebut. Sebuah rumah musim panas besar dibangun dan menjadi tempat keluarga menikmati kehidupan yang jauh dari kesibukan politik.
Tetapi Campobello bukan hanya tempat liburan.
Pada musim panas 1921, saat berada di pulau tersebut, Franklin Roosevelt mengalami sakit berat yang kemudian didiagnosis sebagai poliomielitis. Peristiwa itu mengubah kehidupannya secara drastis. Ia tidak lagi dapat berjalan tanpa bantuan seperti sebelumnya dan harus menghadapi kenyataan baru ketika karier politiknya sedang berkembang.
Namun pulau itu tetap mempunyai arti besar bagi Roosevelt.
Bertahun-tahun kemudian, setelah Roosevelt meninggal pada 1945, rumah musim panasnya sempat mengalami masa terbengkalai. Baru pada 1960-an muncul gagasan untuk menjadikan Campobello sebagai taman memorial yang dikelola bersama Kanada dan Amerika Serikat.
Pada 20 Agustus 1964, Roosevelt Campobello International Park resmi dibuka.
Yang membuat taman ini berbeda dari situs sejarah lainnya adalah cara pengelolaannya. Taman tersebut berada di wilayah Kanada, tetapi dimiliki, dibiayai dan dikelola bersama oleh Kanada dan Amerika Serikat melalui sebuah komisi internasional.
Dengan demikian, Campobello tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang seorang presiden.
Ia juga menjadi simbol hubungan kedua negara.
Campobello Sebelum Keluarga Roosevelt
Sebelum Roosevelt datang, Campobello Island sudah mempunyai sejarah panjang.
Pulau tersebut berada di wilayah yang sejak lama memiliki hubungan dengan masyarakat Indigenous di kawasan Passamaquoddy Bay.
Nama pulau, lanskap pesisir dan jalur perairannya berkaitan dengan sejarah masyarakat yang telah hidup di kawasan tersebut jauh sebelum munculnya komunitas musim panas dari kalangan orang kaya Amerika dan Kanada.
Perairan di sekeliling pulau menjadi jalur penting untuk pelayaran dan kehidupan masyarakat pesisir.
Kemudian, seperti banyak daerah lain di Atlantic Canada, Campobello mengalami perkembangan akibat aktivitas perdagangan, perikanan dan hubungan lintas perairan.
Pada abad ke-19, karakter pulau perlahan berubah.
Campobello mulai dikenal bukan hanya sebagai kawasan masyarakat pesisir, tetapi juga sebagai tempat yang mempunyai daya tarik bagi wisatawan.
Lahirnya Koloni Musim Panas
Pada 1880-an, masyarakat kelas atas dari kota-kota besar Amerika Utara mulai mencari lokasi untuk berlibur selama musim panas.
Pada masa itu belum ada pendingin udara modern.
Musim panas di kota-kota besar seperti New York dan Boston dapat terasa sangat panas.
Kawasan pesisir menjadi tujuan pelarian.
Campobello memiliki hampir semua hal yang dicari wisatawan kaya pada masa itu.
Udara laut.
Pemandangan.
Hutan.
Teluk.
Pantai.
Kesempatan berlayar.
Dan suasana yang relatif tenang.
Pada 1881, sebagian besar kawasan selatan pulau diperoleh konsorsium pengusaha dari Boston dan New York yang ingin mengembangkan Campobello sebagai resort musim panas. Tiga hotel mewah kemudian dibangun untuk menarik para wisatawan kelas atas.
Kampanye promosinya cukup agresif.
Iklan dan brosur menggambarkan Campobello sebagai kawasan dengan udara laut yang menyegarkan, pemandangan indah dan kegiatan rekreasi luar ruangan.
Para tamu datang menggunakan kapal uap, kapal pribadi dan kereta.
Campobello mulai berubah menjadi komunitas musim panas.
Kedatangan James dan Sara Roosevelt
Di antara keluarga kaya yang tertarik dengan Campobello adalah James Roosevelt dan istrinya, Sara Delano Roosevelt.
Mereka pertama kali mengunjungi Campobello pada 1883.
Putra mereka, Franklin Delano Roosevelt, yang baru berusia sekitar satu tahun, ikut bersama mereka.
Keluarga Roosevelt kemudian membeli lahan dan membangun rumah musim panas sendiri.
Rumah keluarga tersebut selesai pada 1885.
Bagi Franklin kecil, Campobello menjadi bagian dari masa kanak-kanaknya.
Pulau tersebut tidak hanya menjadi tempat liburan.
Ia menjadi tempat belajar berlayar, bermain, menjelajah hutan dan mengenal kehidupan laut.
Hubungan yang terbentuk selama masa kecil itu sangat kuat dan terus memengaruhi FDR hingga dewasa.
Campobello Menjadi Rumah Kedua
Ketika Franklin tumbuh dewasa, hubungannya dengan pulau tersebut tidak berakhir.
Setelah menikah dengan Eleanor Roosevelt pada 1905, ia mulai membawa keluarganya ke Campobello.
Kebiasaan tersebut berkembang menjadi tradisi keluarga.
Bulan Juli, Agustus dan sebagian September biasanya dihabiskan di pulau.
Di sinilah FDR dapat menikmati kehidupan yang sangat berbeda dari dunia politik.
Tidak ada rapat pemerintahan.
Tidak ada tekanan publik.
Tidak ada kehidupan kota yang sibuk.
Ada laut.
Ada angin.
Ada perahu layar.
Ada keluarga.
FDR dikenal menyukai aktivitas luar ruangan dan menikmati kesempatan untuk mengajarkan kepada anak-anaknya berbagai kegiatan yang pernah ia lakukan saat masih kecil.
Kehidupan di Campobello menjadi salah satu bagian paling personal dalam perjalanan hidupnya.
Roosevelt Cottage
Rumah yang paling terkenal di pulau itu adalah Roosevelt Cottage.
Rumah tersebut sebenarnya bukan dibangun dari awal sebagai rumah Franklin dan Eleanor.
Bangunan tersebut sebelumnya dimiliki Grace Kuhn, seorang teman keluarga Roosevelt.
Setelah Kuhn meninggal pada 1908, Sara Delano Roosevelt membeli rumah tersebut.
Rumah itu kemudian diberikan sebagai hadiah pernikahan kepada Franklin dan Eleanor beserta keluarga mereka.
Bangunan tersebut terdiri dari 34 ruangan dan menjadi pusat kompleks keluarga Roosevelt.
Berbeda dengan gambaran kediaman presiden yang sangat formal, rumah ini memiliki suasana rumah musim panas yang relatif santai.
Perabotan dibuat nyaman.
Ada teras luas.
Jendela menghadap ke lanskap.
Anak-anak mempunyai ruang untuk bermain.
Kapal layar menjadi bagian penting kehidupan keluarga.
Di tempat inilah Franklin dan Eleanor menikmati bagian kehidupan keluarga yang jauh dari Washington.
Kehidupan di Laut
Berlayar merupakan salah satu aktivitas utama keluarga Roosevelt di Campobello.
Franklin sangat menikmati laut.
Ia melakukan pelayaran singkat di sekitar pulau.
Kadang mereka berpiknik di pulau-pulau kecil.
Kadang keluarga berlayar lebih jauh menuju St. Andrews atau menyusuri pantai Maine.
Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan.
Bagi FDR, laut juga menjadi bagian dari identitas pribadinya.
Ia belajar mengendalikan perahu sejak kecil.
Ia memahami arus dan perubahan cuaca.
Ia menikmati tantangan laut.
Campobello memberi ruang bagi sisi dirinya yang tidak mudah terlihat ketika ia berada di dunia politik.
Eleanor Roosevelt di Campobello
Campobello juga memiliki tempat penting dalam kehidupan Eleanor Roosevelt.
Bagi Eleanor, rumah musim panas tersebut merupakan ruang keluarga.
Ia menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Namun setelah Franklin jatuh sakit pada 1921, perannya mengalami perubahan besar.
Eleanor menjadi salah satu orang terpenting dalam proses pemulihan suaminya.
Peristiwa tersebut kemudian turut membentuk kehidupan politik dan pribadi Eleanor.
Dalam beberapa tahun berikutnya, ia semakin aktif di ruang publik.
Campobello tetap menjadi bagian dari sejarah hubungan mereka.
Musim Panas yang Mengubah Kehidupan
Tahun 1921 menjadi salah satu tahun paling menentukan dalam sejarah Campobello.
Franklin Roosevelt saat itu berusia 39 tahun.
Ia sebelumnya telah membangun karier politik yang menjanjikan.
Ia pernah menjadi anggota New York State Senate.
Ia pernah menjabat Assistant Secretary of the Navy.
Pada 1920, ia bahkan menjadi calon wakil presiden Amerika Serikat.
Masa depan politiknya terlihat cerah.
Kemudian, pada musim panas 1921, ia jatuh sakit.
Pada awalnya gejalanya tampak seperti penyakit biasa.
Namun kondisi fisiknya memburuk.
Ia mengalami kelemahan pada kaki dan akhirnya kehilangan kemampuan berjalan.
Dokter kemudian mendiagnosisnya dengan poliomielitis.
Peristiwa tersebut terjadi ketika ia berada di Campobello, tetapi lokasi pasti penularan virus polio tidak dapat dipastikan; penelitian modern menyebut kemungkinan bahwa infeksi terjadi sebelum ia tiba di pulau tersebut. (nps.gov)
Yang tidak terbantahkan adalah dampaknya.
Kehidupan Franklin Roosevelt berubah untuk selamanya.
Franklin Roosevelt Setelah Sakit
Setelah penyakit tersebut, Roosevelt menghadapi kenyataan yang sangat berat.
Ia tidak lagi dapat berjalan tanpa bantuan.
Tubuhnya membutuhkan perawatan.
Namun ia menolak untuk mengakhiri karier politik.
Ia mulai menjalani berbagai bentuk terapi.
Ia berusaha mendapatkan kembali kekuatan.
Perjalanan pemulihan berlangsung bertahun-tahun.
Campobello akhirnya menjadi tempat yang mengingatkan pada salah satu periode paling sulit dalam kehidupannya.
Namun justru dari pengalaman tersebut lahir ketahanan pribadi yang kemudian ikut membentuk karakter politiknya.
Dua Roosevelt yang Berbeda
Ada sisi menarik dalam sejarah Campobello.
Di pulau tersebut, orang dapat menemukan dua gambaran Franklin Roosevelt.
Pertama adalah Franklin muda yang sehat, aktif, gemar berlayar dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Kedua adalah Franklin yang datang kemudian dengan kondisi tubuh yang berbeda, harus menggunakan bantuan untuk bergerak tetapi tetap berusaha kembali ke kehidupan publik.
Perbedaan tersebut membuat Campobello menjadi lebih dari sekadar tempat liburan.
Ia menjadi saksi perubahan besar seseorang.
Campobello Setelah 1921
Setelah sakit, perjalanan Roosevelt ke Campobello berkurang.
Tanggun jawab politiknya juga meningkat.
Namun hubungan emosional terhadap pulau tidak hilang.
Roosevelt kembali ke rumah musim panas tersebut setelah menjadi presiden, walaupun hanya dalam beberapa kunjungan singkat.
Ia kembali pada 1933, 1936 dan 1939.
Eleanor juga terus memiliki hubungan dengan pulau tersebut.
Campobello tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan keluarga.
Bahkan ketika aktivitas politik membuat mereka sibuk, kenangan terhadap pulau tetap melekat.
Eleanor dan Anak-Anak
Eleanor kembali ke Campobello pada sejumlah musim panas setelah 1921.
Ia datang bersama anak-anak dan beberapa sahabat.
Bagi Eleanor, suasana pulau memberikan kesempatan untuk berada jauh dari kesibukan politik Washington.
Namun kehidupannya juga sudah berubah.
Ia semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemudian menjadi salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di Amerika Serikat.
Campobello menjadi salah satu tempat yang menyimpan jejak kehidupan keluarga mereka dalam masa transisi tersebut.
Rumah yang Hampir Terlupakan
Franklin Roosevelt meninggal pada 12 April 1945.
Setelah itu, rumah musim panas di Campobello kehilangan pemiliknya.
Eleanor masih menggunakan rumah tersebut sesekali, tetapi kunjungan keluarga semakin jarang.
Setelah kematian Franklin, kondisi rumah perlahan memburuk.
Sebagai rumah yang hanya digunakan pada musim panas, perawatan sepanjang tahun menjadi tantangan.
Pada 1951, keluarga Roosevelt akhirnya menjual properti di Campobello kepada Hammer Brothers, dua pengusaha dan pemilik galeri seni dari New York.
Mereka sempat membuka lantai pertama rumah sebagai museum F.D.R. dan menarik biaya masuk. (rooseveltcampobello.org)
Tetapi kemudian muncul gagasan yang jauh lebih besar.
Bukan hanya museum.
Sebuah taman internasional.
Gagasan Membentuk Taman Internasional
Pada 1957, Hammer Brothers mulai melakukan lobi kepada senator dan anggota Kongres Amerika Serikat untuk membentuk sebuah taman internasional.
Gagasan tersebut cukup unik.
Campobello berada di Kanada.
Franklin Roosevelt adalah presiden Amerika Serikat.
Bagaimana mungkin rumahnya menjadi bagian dari sebuah memorial yang melibatkan dua negara?
Jawabannya terletak pada sejarah hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.
Penduduk Maine dan New Brunswick sejak lama memiliki hubungan ekonomi dan keluarga.
Perbatasan politik tidak selalu memisahkan kehidupan sehari-hari.
Gagasan taman internasional kemudian memperoleh dukungan.
Hubungan Kanada dan Amerika Serikat
Hubungan antara Kanada dan Amerika Serikat merupakan bagian penting dari cerita Campobello.
Pulau ini secara geografis sangat dekat dengan Maine.
Di seberang perairan terdapat wilayah Amerika Serikat.
Masyarakat kedua sisi telah lama berhubungan melalui perdagangan, pelayaran, perikanan dan hubungan keluarga.
Membuat taman internasional di Campobello memiliki makna simbolik.
Rumah seorang presiden Amerika dipertahankan di tanah Kanada.
Namun pemeliharaannya dilakukan bersama kedua negara.
Taman tersebut akhirnya menjadi bentuk nyata bahwa warisan sejarah dapat melampaui batas politik.
Perjanjian Tahun 1964
Langkah penting terjadi pada 22 Januari 1964.
Perdana Menteri Kanada Lester B. Pearson dan Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson menandatangani perjanjian yang menjadi dasar pembentukan Roosevelt Campobello International Park Commission.
Komisi tersebut memiliki jumlah perwakilan yang sama dari kedua negara.
Tugasnya adalah memulihkan rumah Roosevelt sedekat mungkin dengan kondisi ketika keluarga menggunakannya dan mengelola kawasan sebagai memorial.
Pembiayaan, pengelolaan dan pemeliharaan kemudian dibagi antara Kanada dan Amerika Serikat. (rooseveltcampobello.org)
Taman Dibuka pada 20 Agustus 1964
Setelah proses pembentukan komisi dan pemindahan properti diselesaikan, Roosevelt Campobello International Park dibuka pada 20 Agustus 1964.
Pembukaan tersebut menjadi peristiwa diplomatik dan budaya penting.
Perwakilan Kanada dan Amerika hadir.
Istri Perdana Menteri Kanada Maryon Pearson dan First Lady Amerika Serikat Lady Bird Johnson termasuk tokoh yang hadir.
Sebuah taman internasional lahir di Campobello.
Bukan taman milik satu negara.
Bukan sekadar museum.
Melainkan simbol persahabatan.
Salah Satu Model Kerja Sama Internasional
Roosevelt Campobello memiliki sistem pengelolaan yang sangat unik.
Taman ini berada di Campobello Island, New Brunswick, Kanada.
Namun pemerintah Kanada dan Amerika Serikat sama-sama terlibat dalam kepemilikan, pendanaan dan pengelolaannya.
Komisi internasional yang mengurus taman memiliki perwakilan kedua negara dalam jumlah setara.
Model tersebut dibuat untuk menjaga hubungan kerja sama yang terus berjalan.
Karena itu, nama “International Park” bukan sekadar label.
Ia merupakan bagian dari struktur kelembagaan taman.
Pihak pengelola sendiri menyebutnya sebagai contoh unik kerja sama internasional antara dua negara. (rooseveltcampobello.org)
Rumah Roosevelt Dipulihkan
Salah satu tugas utama komisi adalah menjaga Roosevelt Cottage.
Pemulihan dilakukan bukan dengan membuat rumah terlihat seperti rumah baru.
Tujuannya justru mempertahankan suasana ketika keluarga Roosevelt terakhir menggunakannya.
Perabotan.
Dekorasi.
Kamar.
Ruang keluarga.
Dapur.
Teras.
Semuanya dipertahankan agar pengunjung mendapatkan gambaran mengenai kehidupan keluarga pada sekitar 1920.
Saat ini, pihak pengelola menyebut rumah 34 kamar tersebut dipertahankan hampir seperti kondisinya pada 1920. (rooseveltcampobello.org)
Museum yang Tidak Terasa Seperti Museum
Roosevelt Cottage memiliki karakter berbeda dari museum sejarah biasa.
Tidak banyak vitrin besar.
Tidak semua benda ditempatkan di balik kaca.
Sebaliknya, ruangan dibuat seolah keluarga baru saja meninggalkan rumah untuk berjalan-jalan di luar.
Kamar tidur tetap memiliki tempat tidur.
Ruang keluarga tetap menunjukkan suasana rumah musim panas.
Peralatan rumah tangga memperlihatkan bagaimana kehidupan berlangsung.
Pengunjung dapat membayangkan Franklin dan Eleanor duduk di teras.
Anak-anak bermain.
Para tamu datang.
Perahu berlayar di perairan sekitar.
Dengan pendekatan itu, sejarah terasa lebih dekat.
Sebuah Rumah Keluarga, Bukan Rumah Presiden
Hal yang menarik dari Roosevelt Cottage adalah bahwa rumah ini tidak dirancang untuk menggambarkan Franklin sebagai presiden.
Sebagian besar kehidupan di rumah tersebut terjadi sebelum ia menjadi presiden.
Di sini ia adalah ayah.
Suami.
Anak.
Penggemar berlayar.
Tuan rumah.
Dan seorang pria yang sedang berusaha menghadapi perubahan besar dalam kehidupannya.
Karena itu, Campobello memperlihatkan sisi pribadi Roosevelt yang sering tidak terlihat dalam buku sejarah politik.
Presidential Years dan Campobello
Franklin Roosevelt menjadi Presiden Amerika Serikat pada 1933.
Ia kemudian memimpin negara melalui Great Depression dan sebagian besar Perang Dunia II.
Namun Campobello tidak berubah menjadi kediaman resmi.
Pulau itu tetap menjadi tempat pribadi yang terkait dengan masa lalu keluarganya.
Setelah menjadi presiden, FDR hanya beberapa kali dapat kembali.
Tanggung jawab pemerintahan membuat waktu luangnya semakin terbatas.
Meski begitu, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa hubungan emosional dengan pulau tidak hilang.
Lanskap sebagai Bagian dari Memorial
Taman ini tidak hanya mempertahankan rumah.
Lanskap alam juga menjadi bagian penting.
Campobello memiliki kawasan alam yang luas dengan hutan, rawa, pantai, teluk dan jalur berjalan.
Pihak pengelola saat ini menyebut area tersebut sekitar 2.800 acre, selain kawasan bersejarah yang terdiri atas sejumlah cottage musim panas. (rooseveltcampobello.org)
Hal ini sejalan dengan tujuan memorial.
Keluarga Roosevelt datang ke Campobello bukan hanya untuk tinggal di rumah.
Mereka menikmati alam.
Berlayar.
Berjalan.
Memancing.
Menikmati pemandangan.
Karena itu, menjaga alam berarti menjaga bagian dari pengalaman yang membuat Campobello begitu berarti bagi keluarga tersebut.
Cottage Musim Panas Lainnya
Kompleks sejarah Campobello tidak hanya berisi Roosevelt Cottage.
Terdapat pula sejumlah rumah musim panas lain yang dibangun pada masa ketika pulau berkembang sebagai resort kelas atas.
Salah satunya Hubbard Cottage yang dibangun pada 1892.
Ada Prince Cottage yang dibangun pada 1900.
Ada Wells-Shober Cottage yang berasal dari 1884.
Bangunan-bangunan tersebut menggambarkan dunia “rusticator”, yaitu gaya hidup masyarakat kaya yang meninggalkan kota untuk menghabiskan musim panas di kawasan pesisir. (rooseveltcampobello.org)
Dengan mempertahankan cottage tersebut, taman tidak hanya menceritakan Roosevelt.
Ia juga menceritakan sejarah komunitas musim panas Campobello.
Dunia Elite Amerika Utara
Kehadiran keluarga-keluarga kaya di Campobello pada akhir abad ke-19 mencerminkan perubahan sosial pada masa itu.
Industrialiasi menghasilkan kekayaan besar bagi sebagian masyarakat.
Mereka memiliki waktu dan sumber daya untuk bepergian.
Pulau dan resort pesisir menjadi simbol status.
Kapal pribadi dan cottage besar menjadi bagian dari gaya hidup.
Campobello termasuk salah satu contoh paling menarik dari fenomena tersebut.
Jejak Para Pekerja
Namun ada sisi lain dari kehidupan cottage yang juga patut diperhatikan.
Rumah besar membutuhkan tenaga kerja.
Ada pelayan.
Ada juru masak.
Ada pengemudi.
Ada tukang kebun.
Ada pekerja yang merawat kapal dan properti.
Keberlangsungan kehidupan nyaman keluarga Roosevelt tidak mungkin terjadi tanpa pekerjaan orang-orang tersebut.
Karena itu, sejarah Campobello juga merupakan sejarah tenaga kerja domestik yang menopang gaya hidup kelas atas pada masa itu.
Kisah tersebut membuat gambaran tentang kehidupan musim panas menjadi lebih lengkap.
Eleanor dan Aktivisme
Walaupun Campobello terkenal karena Franklin, tempat tersebut juga memiliki hubungan dengan perjalanan Eleanor Roosevelt.
Setelah Franklin jatuh sakit, Eleanor semakin aktif dalam kehidupan publik.
Ia kemudian menjadi salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di Amerika Serikat.
Sebagai First Lady, ia mempunyai peran yang jauh lebih aktif dibandingkan banyak pendahulunya.
Ia berbicara mengenai persoalan sosial, hak-hak sipil dan kondisi masyarakat miskin.
Jejak kehidupannya dapat ditemukan dalam berbagai program interpretasi Campobello.
Salah satunya adalah “Eleanor’s Tea”, yang menggunakan Wells-Shober Cottage untuk menceritakan kehidupan dan aktivitas Eleanor. (rooseveltcampobello.org)
Campobello sebagai Tempat Pemulihan
Alam Campobello memiliki peranan emosional yang kuat dalam kehidupan keluarga Roosevelt.
Udara laut.
Pepohonan.
Pemandangan teluk.
Suara burung.
Perubahan cuaca.
Semuanya menjadi bagian dari pengalaman keluarga.
Ketika Franklin mengalami masa sulit setelah 1921, lingkungan pulau tetap menjadi salah satu tempat yang dikenangnya.
Bagi seorang yang kehilangan sebagian besar kemampuan fisiknya, lingkungan yang pernah memberinya kebebasan bergerak tentunya memiliki kenangan tersendiri.
Masa Depan Rumah Roosevelt
Pelestarian rumah bersejarah selalu mempunyai tantangan.
Bangunan kayu yang berada di kawasan pesisir menghadapi kelembapan.
Angin laut membawa garam.
Musim dingin dapat menyebabkan perubahan suhu ekstrem.
Perawatan harus dilakukan dengan hati-hati.
Jika terlalu banyak perubahan, karakter sejarah akan hilang.
Namun bila tidak dirawat, bangunan juga dapat mengalami kerusakan.
Karena itu, pengelola perlu terus menjaga keseimbangan antara pelestarian dan penggunaan publik.
Campobello dan Sejarah Kanada
Ada satu aspek yang menarik dari taman tersebut.
Franklin Roosevelt adalah tokoh besar dalam sejarah Amerika Serikat.
Tetapi rumah musim panasnya berada di Kanada.
Dengan demikian, Campobello menjadi bagian dari sejarah Kanada sekaligus sejarah Amerika.
Pulau tersebut menunjukkan bahwa kisah tokoh politik tidak selalu berhenti di dalam batas negara tempat mereka memimpin.
Hubungan antara Kanada dan Amerika sering kali berlangsung lintas perbatasan.
Campobello merupakan salah satu bukti paling nyata.
Simbol Persahabatan Dua Negara
Ketika taman ini dibuka pada 1964, dunia sedang berada di tengah dinamika politik internasional yang sangat kompleks.
Perang Dunia II baru berakhir kurang dari dua dekade sebelumnya.
Perang Dingin sedang berlangsung.
Dalam situasi tersebut, memilih sebuah lokasi di Kanada untuk mengenang seorang presiden Amerika melalui kerja sama dua negara memiliki nilai simbolis yang besar.
Campobello menjadi pengingat bahwa hubungan internasional tidak selalu harus dibangun melalui perjanjian besar tentang perdagangan dan militer.
Kadang hubungan juga diperkuat melalui sejarah, budaya dan tempat yang memiliki arti bersama.
Taman yang Berbeda dari Taman Biasa
Roosevelt Campobello International Park sulit dimasukkan ke dalam satu kategori.
Ia adalah memorial.
Ia adalah museum.
Ia adalah kawasan bersejarah.
Ia juga merupakan taman alam.
Pengunjung dapat memasuki Roosevelt Cottage pada pagi hari, mempelajari kehidupan keluarga Roosevelt, kemudian berjalan di jalur pesisir pada sore hari.
Perpaduan tersebut merupakan bagian dari konsep awal taman.
Memorial bukan hanya benda.
Memorial adalah pengalaman.
Jalur Alam dan Pemandangan Pesisir
Kawasan alam Campobello memiliki sejumlah jalur yang membawa pengunjung menuju hutan, lahan basah dan garis pantai.
Tempat-tempat seperti Liberty Point memberikan pemandangan terbuka ke perairan sekitar.
Pemandangan tersebut membantu menjelaskan mengapa keluarga Roosevelt begitu menyukai pulau.
Apa yang mereka cari pada akhir abad ke-19 masih dapat ditemukan sampai sekarang.
Keheningan.
Udara laut.
Hutan.
Lautan luas.
Dan rasa terpisah dari kehidupan kota.
Campobello di Masa Kini
Saat ini, Roosevelt Campobello International Park tetap mempertahankan rumah Roosevelt dan kawasan alamnya sebagai tujuan sejarah dan wisata.
Program tur dilakukan untuk membantu pengunjung memahami kehidupan Franklin dan Eleanor.
Selain Roosevelt Cottage, pengunjung juga dapat mengenal cottage bersejarah lainnya.
Taman alam tetap menjadi bagian penting dari pengalaman.
Dengan luas kawasan alam sekitar 2.800 acre, tempat tersebut menawarkan sisi lain yang lebih tenang dibandingkan kawasan museum konvensional. (rooseveltcampobello.org)
Lebih dari Sekadar Rumah Presiden
Salah satu kesalahan yang sering muncul ketika melihat Campobello adalah menganggapnya hanya sebagai bekas rumah seorang presiden.
Padahal sejarah tempat ini jauh lebih luas.
Campobello mencatat perkembangan resort musim panas pada abad ke-19.
Ia menyimpan sejarah keluarga Roosevelt.
Ia memperlihatkan perubahan kehidupan Franklin setelah sakit.
Ia berkaitan dengan perjalanan Eleanor.
Ia juga menunjukkan bagaimana Kanada dan Amerika Serikat dapat bekerja sama dalam merawat sebuah warisan bersama.
Karena itu, rumah Roosevelt hanyalah pusat dari cerita yang jauh lebih besar.
Mengapa Campobello Penting?
Nilai Campobello terletak pada banyak lapisan sejarah yang bertemu.
Ada sejarah alam.
Ada sejarah masyarakat pesisir.
Ada sejarah kelas atas Amerika Utara.
Ada sejarah keluarga.
Ada sejarah politik.
Ada sejarah kesehatan dan ketahanan pribadi.
Ada sejarah diplomasi Kanada–Amerika.
Semua lapisan tersebut berada dalam satu pulau.
Warisan Franklin Roosevelt yang Berbeda
Franklin Roosevelt dikenang terutama sebagai presiden.
Ia memimpin Amerika Serikat melalui Great Depression.
Ia memimpin negara dalam Perang Dunia II.
Namanya ada dalam buku-buku sejarah politik dunia.
Namun Campobello memperlihatkan sosok yang berbeda.
Di sini ia terlihat sebagai anak yang suka berlayar.
Sebagai ayah yang bermain dengan anak-anak.
Sebagai suami.
Sebagai seorang pria yang menghadapi penyakit serius.
Dan sebagai seseorang yang tetap kembali ke tempat yang ia cintai meskipun kehidupannya telah berubah total.
Warisan Eleanor Roosevelt
Campobello juga memberi ruang bagi cerita Eleanor.
Ia bukan sekadar istri presiden.
Ia menjadi tokoh publik yang memiliki pengaruh besar terhadap sejarah Amerika Serikat.
Di Campobello, kehidupan keluarganya dapat dilihat dari sisi yang lebih pribadi.
Namun program interpretasi di taman juga memperlihatkan bagaimana Eleanor berkembang menjadi figur yang aktif dalam persoalan sosial dan pelayanan publik.
Dengan demikian, cerita Campobello tidak hanya mempunyai satu tokoh utama.
Franklin dan Eleanor sama-sama penting.
Sebuah Tempat yang Menghubungkan Masa Lalu dan Sekarang
Berjalan di kompleks Roosevelt Campobello International Park berarti berpindah di antara beberapa zaman.
Di rumah utama, pengunjung melihat kehidupan keluarga pada awal abad ke-20.
Di cottage lain, terlihat gaya hidup kelas atas pada akhir abad ke-19.
Di jalur alam, lanskap yang dinikmati keluarga Roosevelt masih dapat dilihat.
Di kawasan perairan, hubungan dengan sejarah pelayaran dan perbatasan tetap terasa.
Semua berada dalam satu tempat.
Enam Dekade Sebagai Taman Internasional
Sejak dibuka pada 1964, Roosevelt Campobello International Park telah menjadi proyek kerja sama lintas negara selama lebih dari enam dekade.
Pada 2024, taman tersebut memperingati ulang tahun ke-60 pendiriannya. Pengelola menyebut periode tersebut sebagai perjalanan panjang dalam mempertahankan kenangan keluarga Roosevelt sekaligus hubungan persahabatan Kanada dan Amerika Serikat. (rooseveltcampobello.org)
Keberlanjutan tersebut merupakan pencapaian penting.
Banyak rumah bersejarah kehilangan fungsi atau mengalami perubahan besar.
Campobello justru tetap mempertahankan atmosfernya.
Sebuah Memorial yang Tetap Hidup
Konsep “living memorial” menjadi penting dalam sejarah taman.
Memorial bukan berarti tempat yang hanya mengingat orang yang sudah meninggal.
Memorial dapat menjadi ruang yang terus digunakan.
Anak-anak datang.
Keluarga berjalan-jalan.
Pengunjung belajar.
Pemandu menceritakan sejarah.
Peneliti mempelajari bangunan.
Alam tetap hidup.
Itulah yang membuat Campobello terasa berbeda.
Ia tidak membeku dalam masa lalu.
Penutup
Sejarah Roosevelt Campobello International Park bermula jauh sebelum Franklin Roosevelt menjadi presiden Amerika Serikat.
Campobello Island terlebih dahulu berkembang sebagai kawasan pesisir yang kemudian menarik perhatian kalangan kaya pada akhir abad ke-19. Pada 1881, pengusaha dari Boston dan New York mulai mengembangkan bagian selatan pulau sebagai resort musim panas dengan sejumlah hotel. (rooseveltcampobello.org)
Pada 1883, James dan Sara Roosevelt datang bersama putra mereka, Franklin yang masih kecil.
Keluarga itu kemudian membeli tanah dan membangun rumah musim panas.
Campobello menjadi bagian dari kehidupan Franklin sejak masa kanak-kanak.
Ketika dewasa, ia kembali membawa Eleanor dan anak-anak mereka.
Roosevelt Cottage menjadi tempat keluarga menikmati musim panas, berlayar dan menjalani kehidupan yang relatif jauh dari hiruk-pikuk politik.
Namun musim panas 1921 mengubah semuanya.
Franklin Roosevelt mengalami penyakit serius saat berada di Campobello dan kemudian didiagnosis poliomielitis. Dampak penyakit tersebut membuatnya kehilangan kemampuan berjalan tanpa bantuan dan menjadi salah satu pengalaman paling menentukan dalam kehidupan pribadinya. Mengenai lokasi tepat ia tertular penyakit tersebut, bukti modern tidak memungkinkan kesimpulan pasti bahwa virus diperoleh di Campobello.
Meski karier dan tanggung jawab politiknya kemudian semakin besar, Campobello tetap mempunyai tempat khusus dalam ingatannya.
Setelah Roosevelt meninggal pada 1945, rumah tersebut sempat mengalami masa penurunan.
Pada 1951, properti dijual kepada Hammer Brothers.
Kemudian muncul gagasan untuk menyelamatkan bukan hanya rumah, tetapi seluruh lingkungan yang memiliki hubungan dengan keluarga Roosevelt.
Pada 22 Januari 1964, Kanada dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian yang membentuk dasar bagi Roosevelt Campobello International Park Commission. Pemindahan properti kemudian diselesaikan pada tahun yang sama dan taman dibuka secara resmi pada 20 Agustus 1964.
Sejak saat itu, Campobello menjadi salah satu contoh paling unik dari kerja sama lintas negara.
Rumah seorang presiden Amerika dilestarikan di tanah Kanada.
Biaya dan pengelolaannya dilakukan bersama.
Sejarah Franklin dan Eleanor Roosevelt dipertahankan dalam sebuah lingkungan yang masih menyimpan hutan, pantai, teluk, cottage dan lanskap yang dahulu mereka nikmati.
Itulah kekuatan terbesar Roosevelt Campobello International Park.
Ia bukan hanya museum tentang seorang presiden.
Ia adalah tempat yang memperlihatkan sisi manusia di balik sejarah besar.
Di dalam rumah, pengunjung dapat membayangkan sebuah keluarga yang menikmati musim panas bersama.
Di luar rumah, laut dan hutan mengingatkan pada lingkungan yang membantu membentuk kenangan Franklin Roosevelt.
Dan dalam bentuk pengelolaannya, taman tersebut menyampaikan pesan yang lebih besar: bahwa sejarah juga dapat menjadi jembatan persahabatan antara negara.
Hari ini, Campobello tetap berdiri di New Brunswick sebagai tempat untuk mengenang Franklin dan Eleanor Roosevelt sekaligus menikmati alam pesisir yang membuat pulau tersebut begitu istimewa.
Lebih dari enam dekade setelah taman internasional itu dibuka, rumah tua tersebut masih menjadi titik pertemuan antara sejarah politik, keluarga, alam dan diplomasi.
Campobello pada akhirnya bukan sekadar pulau tempat seorang presiden menghabiskan masa libur.
Ia adalah tempat di mana seorang anak belajar mencintai laut, seorang keluarga membangun kenangan, seorang politisi menghadapi ujian hidup yang berat, dan dua negara memilih untuk menjaga warisan tersebut bersama.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia